Beranda Bisnis Aplikasi E-Commerce Telah Hadir di Dekranasda Mempermudahkan Belanja Produk Asli NTT

Aplikasi E-Commerce Telah Hadir di Dekranasda Mempermudahkan Belanja Produk Asli NTT

32
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com-  Telah hadir di Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menjadi bagian tak terpisahkan dari inovasi Dekranasda di Tahun 2021 ini, yakni Aplikasi E- Commerce atau yang sering kita dengar dengan nama aplikasi belanja Online.
Ide yang sudah lama digagas oleh Bunda Julie Sutrisno Laiskodat dan para pengurus di Dekranasda sebenarnya  telah mendalam, tukar menukar konsep, mendengar masukan dari para pakar, pengujian tingkat keamanan aplikasi hingga terkoneksi dengan berbagai metode pembayaran dan pengiriman.

“Dewan Kerajinan  Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah launching aplikasi e- commerce untuk membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTT menjangkau lebih banyak konsumen/pembeli. Sebaliknya beragam konsumen bisa mengakses atau mendapatkan  banyak produk asli NTT dengan mudah melalui aplikasi tersebut,” ungkap Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat soft launching Aplikasi E- Comerce Dekranasda NTT pada Kamis (17/6/2021) di Aula Kantor Dekranasda NTT.
“Itu adalah apa yang saya sudah lakukan selama menjabat sebagai Ketua Dekranasda NTT  beberapa tahun ini. Kita berharap agar dengan kerja ini, kita dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Bunda Julie, adanya aplikasi e-commerce Dekranasda sebagai buah dari kerja Dekranasda NTT, berpikir keras, berinovasi bagaimana menyelamatkan ekonomi masyarakat NTT dari dampak situasi Pandemi Covid-19.
“Saya secara pribadi dan Dekranasda secara umum bersyukur karena dapat menggunakan situasi pandemic ini sebagai kesempatan membenah diri. Saya belum puas kalau toko Dekranasda belum menjangkau semua Kabupaten/ Kota di NTT,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bunda Julie Laiskodat melalui kegiatan yang dilaksanakan secara virtual bersama mitranya; UMKM, JNE, TIKI, Lion Parcel, Kantor Pos, Bank Mandiri dan dihadiri 25 media; baik cetak maupun online, itu, menguraikan beberapa upaya yang telah dilakukan Dekranasda NTT ditahun-tahun sebelumnya.  Sebagai contoh, ditahun 2020 Dekranasda  membangun Café NTT di Labuan Bajo dimana semua produk UMKM NTT dapat dipasarkan didalamnya, sehingga bisa dibeli oleh tourist yang berkunjung ke Labuan Bajo.
“Mungkin seperti Kopi, itu sudah. Tapi Madu, Kelor dan lainnya, belum. Karena itu, disituasi pandemi ini, Kami Dekranasda  NTT, berusaha untuk menjaring  lebih banyak pelaku pelaku UKM di setiap Kabupaten/ Kota, termasuk lewat aplikasi ini (e-comerce Dekranasda NTT,red),” bebernya.
Bunda Paud yang bertepatan hari ulang tahunnya yang ke-49 hari ini 17 Juni, mengatakan, dirinya mengetahui pelaku UMKM di NTT punya produk untuk dijual, tetapi memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, termasuk kemampuan financial untuk packing/ kemasan sehingga Dekranasda NTT turut mengaggarkan untuk pengemasan.
“Kalau untuk Kelor, kan selama ini baru sampai the celup kelor. Namun, kami dari Dekranasda usahakan agar bisa dibuat menjadi kelor cair seperti ;sampo kelor, lotion (pelembab kulit,red) dan pasta gigi kelor,” bebernya.
Selain itu, lanjut Bunda Julie kacang mete dari Flores Timur selama ini masih dijual gelondongan dengan harga murah. Dekranasda NTT sedang berusaha agar kacang mete Flores Timur bisa diolah seperti es doger dan lain sebagainya.
“Jadi harapan kita, NTT kan punya pariwisata, nanti selain orang datang berwisata ke NTT, mereka bisa mencicipi  makanan khas NTT; kelor, Kopi Flores, Madu dan lainnya,” ungkapnya.
Menurut istri Gubernur NTT itu, salah satu tantangan pemasaran produk UMKM NTT ialah soal continuity atau keberlanjutan. Dulu saat datang ke NTT, setiap kali ke hotel dan restoran di NTT, ketika dirinya meminta disedikan kopi, yang disediakan bukan kopi asli dari NTT tetapi kopi dari luar NTT. Lalu ia bertanya mengapa tidak disediakan kopi asli NTT? Pihak hotel/ restaurant menjawab, tidak ada pemasok kopi. “Mereka maunya yang pasok (pemasok kopi ,red) jangan putus tapi continue,” tandasnya.
Terkait hal itu, bunda Julie Laiskodat pun berjanji akan membangun komunikasi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat agar mewajibkan semua hotel atau restaurant  di NTT selalu menyediakan Kopi dan Teh kelor asli NTT.
Julie Laiskodat juga memastikan pihaknya akan memfasilitasi pelaku UMKM dengan mesin produksi Kopi agar tetap terjamin ketersediaan stok Kopi. Untuk itu, Dekranasda bekerjasama dengan Dinas Perindustrian  dan Perdagangan (Disperindag) NTT.
“Kita akan membeli  produk seperti Kopi dari petani dan kita akan  menyetoknya (menyediakan,red) jadi ketika orang hotel dan restoran tanya apakah stoknya akan continue, kita bisa pastikan . Jadi dengan menghidupkan UMKM, kita bisa meningkatkan ekonomi di desa-desa,” jelasnya. (MD)