Beranda Regional WKRI Sta. Familia Sikumana Gandeng RS Bhayangkara Laksanakan Vaksinasi Sinovac

WKRI Sta. Familia Sikumana Gandeng RS Bhayangkara Laksanakan Vaksinasi Sinovac

59
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Rumah Sakit Bhayangkara Kupang bekerjama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki Santa Familia Sikumana, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan Vaksin Sinovac gelombang pertama di Aula Gereja Sta. Familia Sikumana, Rabu (15/6/2021).
Pantauan Media sebelum dilaksanakan kegiatan tersebut diawali dengan Doa bersama yang dipimpin oleh Pastor Paroki Sta.Familia Sikumana, Pater Sebas Wadjang, SVD dengan mengikuti protokol kesehatan.
Ketua Tim Rumah Sakit Bhayangkara dr. Mariana  Latumenten, M.Kes menyampaikan bahwa pihaknya harus terjun ke masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi.
“Karena vaksinasi sampai sekarang ini belum sampai 50 persen kita dapat vaksinasi.  Mungkin karena masih ragu atau bagaimana masyarakat  berpikir takut untuk vaksin. Padahal sebenarnya vaksinasi aman. Oleh karena itu kami jemput bola, baik ke gereja atau ke tempat- tempat  umum lainnya untuk melaksanakan vaksinasi,” ungkap dr. Mariana.
“Kami mengharapkan masyarakat antusias untuk melaksanakan vaksinasi ini apalagi ini kan program pemerintah dan program kapolri untuk kekebalan tubuh. Jadi misalnya ada yang sakit karena Coronavirus dia tidak gejala berat dan untuk mengurangi jumlah pasien covid-19,” ujar dr. Mariana.
Lanjut dr. Mariana mengatakan, rencana hari ini 250 orang, kami sudah koordinasi juga dengan pihak WKRI mereka siap untuk menyediakan sebanyak itu. Namun kenyataannya seperti yang kita lihat sekarang ini melebihi dari yang kita siap.
dr. Mariana mengakui  bahwa dari sekian banyak tempat yang RSB datangi  baru kali ini antusias masyarakatnya lebih banyak dan dirinya berharap agar masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi agar segera vaksin.
“Sejauh ini  untuk diluar kegiatan RSB kami sudah sekitar kurang lebih 10 tempat yang kami kunjungi itu ada dari pihak gereja, RT/RW  yang ada di sekitar Rumah Sakit Bhayangkara  dan PT Semen, kemarin kami sudah sempat kesana,” pungkas dr. Mariana.
Sementara itu Koordinator kegiatan, Susan Hilarius Ayi menurutnya kegiatan Vaksinasi ini dalam rangka HUT WKRI yang ke-97 yang jatuh pada tanggal 26 Juni mendatang.
“Kami WKRI Sta. Familia bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk melakukan vaksin massal. Dan tentunya sudah banyak yang tau tentang vaksin sinovac yang sudah langka sekarang. Oleh karena itu jangan mengganggap vaksin itu sesuatu hal yang ditakuti,” jelas Susan.
Lebih lanjut Susan menjelaskan bahwa Vaksin Sinovac ini sangat bagus dan langka. Dia menggunaka virus untuk yang sudah dimatikan. Uji coba WHO, vaksin ini sangat manjur. Jadi bisa mencegah terkena covid-19, tetapi didukung protokol kesehatan. Efek sampingnya jauh lebih lebih kecil dari vaksin-vaksin lainnya, tidak berbahaya, masih bersifat ringan saja.
“Berdasarkan uji klinis, Sinovac bisa disuntikan kepada 2 kelompok usia; 18–59 tahun dan 60 tahun keatas. Ini berarti Sinovac sangat aman. Wajib 2 kali vaksin untuk hasil terbaik,” terang Susan.
Susan juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit Bhayangkara bekerjasama dengan WKRI Sta. Familia Sikumana.
“Puji Tuhan antusias masyarakat sangat  bagus dengan kehadiran banyak peserta seperti ini saya merasa sangat bangga ini luar biasa.  Harapan saya semoga dengan terjadinya kegiatan yang bermartabat ini, masyarakat Kota Kupang bebas dari Coronavirus,” tutup Susan.
Ketua WKRI Sta. Familia Sikumana, Maria Theresia  Geme mengatakan, itu sebenarnya indikator yang paling kuat menunjukan bahwa masyarakat kita sendiri sudah sadar bahwa pentingnya vaksin untuk melindungi diri mereka dan juga oranglain.
“Itu sebenarnya adalah tanggung jawab individual dan tanggung jawab sosial yang bagus sekali yang sudah menjadi titik kekuatan bahwa suatu kegiatan termasuk dalam vaksinasi untuk Covid-19 ini tidak harus datang inisiatif dari pemerintah atau penyelenggara tetapi masyarakat sendiri ternyata menunjukan kebutuhan itu, kita tinggal merespon saja,” kata Maria Theresia.
“WKRI disini melihat ini bahwa ternyata ada kesadaran dibawah yang ingin sesuai dilayani untuk vaksin kita merespon itu dan kebetulan juga bermitra dengan Rumah Sakit yang juga  memberikan angin segar jadi memberikan harapan- harapan agar ini bisa diselenggarakan dengan baik maka ini atas inisiatif ibu Susan sebagai Koordinator Ketua Bidang Kesejahteraan di WKRI Sta. Familia Sikumana, kemudian mendatangi pihak Rumah Sakit untuk memberikan pelayanan vaksinasi ini,” sambung Maria Theresia.
Lebih lanjut harapannya bahwa sosialiasi tentang vaksin ini, terutama juga literasi  tentang manfaatnya, itu yang menjadi tanggung jawab dari yang ahli tentang itu, itu terus berjalan karena vaksin ini adalah vaksin pertama, ada vaksin kedua yang kemudian masyarakat kita membutuhkan testimoni bahwa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat itu sendiri.
“Itu  paling penting jadi sosialisasi dan literasi bahwa ini penting dan bermanfaat sehingga suatu saat mungkin saja bukan hanya Covid-19 akan datang lagi yang jenis lain tapi kita tau bahwa masyarakat percaya bahwa kalau pemerintah mengambil tindakan tertentu itu berarti memberi jaminan,” pungkas Maria Theresia.
Salah seorang peserta vaksinasi, Susana Mili menyampaikan terima kasih untuk vaksin seperti ini dan ada baiknya, tapi saya belum lihat kedepannya gejalanya.
“Saya mengimbau untuk masyarakat  yang belum vaksin dan rasa takut, kalau belum divaksin pasti rasa takut, rasa ragu tetapi kita harus bisa terus terang,  jujur dengan dokter bagaimana dokter yang tau  diagnosasa penyakit apa yang kita alami. Jadi ketika ada vaksinasi seperti ini harus ikut,” Susan.
Harapan untuk pihak Rumah Sakit tetap semangat dan jujur dengan pasien. (MD)