Beranda Regional Dorong Akselerasi PTM Terbatas, Pemprov NTT: Berlakukan Juli Mendatang

Dorong Akselerasi PTM Terbatas, Pemprov NTT: Berlakukan Juli Mendatang

43
0
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (BAKOHUMAS) III Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Tema: ‘Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Tengah Pandemi Covid-19, Peluang dan Tantangan Untuk Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berkarakter Unggul di Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan di Aula Hotel Ima Kota Kupang, Jumat (19/6/2021).
Kegiatan Pertemuan BAKOHUMAS III Biro Administrasi Setda Provinsi NTT ini telah mendapat rekomendasi Sekretaris Daerah Provinsi NTT selaku Ketua Pelaksana Tugas Covid-19 Provinsi NTT.
Dalam kegiatan tersebut, Dimoderatori oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, dan dihadiri pemateri/narasumber yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd, dengan materi ‘Perkembangan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Nusa Tenggara Timur’ dan  Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTT yang diwakili oleh Widyaprada LPMP NTT, Yandri D.I. Snae, S.Pd., M.T dengan materi ‘Upaya Akselerasi Kualitas Pendidikan NTT di masa pandemic Covid-19’.
Maksud  daripada kegiatan tersebut yakni memberikan pemahaman dan menyebarluaskan informasi terkait perkembangan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
Tujuan terselenggaranya kegiatan tersebut pertama, Mengevaluasi secara umum pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama setahun lebih terhadap kualitas pendidikan yang ingin dicapai.
Kedua, Mengetahui aspedk-aspek yang mendukung suksesnya pelaksanaan PTM Terbatas di tingkat SMA/SMK.
Ketiga, Hal –hal yang menjadi tantangan atau hambatan pelaksanaan PTM Terbatas dalam sebulan terakhir.
Keempat, Mendapatkan input dari berbagai lembaga/perorangan atau stakeholder agar pelaksanaannya PTM makin berkualitas.
Kelima, Menganalisa kemungkinan dilaksanakannya juga PTM Terbatas pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Dasar (SD) di NTT, khususnya memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda  Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT  akan memulai tatap Muka Pembelajaran secara terbatas.
“Kita sudah lakukan uji coba di sebelas kota di Kota Kupang, dan juga di kabupaten- kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur sejak tanggal 3 Mei sampai dengan sekarang. Setelah kita evaluasi, makanya kita akan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri kesehatan (Menkes), dan Menteri Agama (Menag) tentang Panduan Penyelenggaraan  Pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Melalui keputusan bersama tersebut mendorong akselerasi pembelajaran tatap muka (PTM)  terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” Jelas Marius Jelamu disela-sela kegitan tersebut.
“Kita harapkan sekolah sekolah di seluruh NTT itu; mengontrol, mengawasi anak anak didiknya supaya proses belajar berjalan dengan baik. Tadi kan sudah kelihatan dan mendengar bahwa akibat dari mereka lebih banyak onlinenya maka kemampuan anak itu tergerus ( tidak tau nama kepala sekolah, tidak tau nama Gubernur, tidak tau nama Presiden,red)  Jadi, anak-anak kita ini banyak hal yang mereka tidak tau dan  itu tadi, ternyata proses belajar mengajar tatap muka itu akan  sangat efektif, memang sangat efektif dari pada online. Makanya kita berkomitmen supaya generasi kita ini tetap bangkit, tetap menjadi generasi pembelajar yang nanti dikemudian hari akan berguna bagi pembangunan Nusa tenggara Timur dengan; makanya kita generasi tua ini menyiapkan momen momen, menyiapkan kesempatan, dimana anak anak muda kita generasi penerus kita tetap eksis dengan baik,” ungkap Mantan Kadis Pariwisata NTT Itu.
Lebih lanjut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19  Provinsi NTT ini menanggapi pertanyaan wartawan terkait selama proses PTM misalkan ada siswa terpapar Covid-19; “Kita kan mengevaluasi, apabila ada satu anak yang terpapar virus, kita akan melakukan tracing secepatnya kepada anak anak yang lain. Tracing  memastikan. Lalu kemudian yang terpapar itu kita isolasi mandiri atau juga di rumah sakit dan sebagainya. Nah kecuali misalnya semua kena ya itu pasti kita tutup sekolah itu. Jadi jangan misalnya hanya satu orang yang kena lalu semuanya  tapi nanti tetap dievaluasi tetap dikontrol dan sebagainya, karena itu kita harapkan kerjasama orangtua, guru dan masyarakat,” pungkas Alumni IPB angkatan 2007 itu.

Salah satu peserta yang hadir, Kasubag Protokol Setda Kabupaten Malaka, Maria E. Dima Juit, S.Sos menyampaikan bahwa terkait kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di Pemda Kabupaten Malaka sudah sangat siap.
Terkait kendala selama proses belajar mengajar yaitu jaringan internet. “Pendidikan di Kabupaten Malaka sejauh ini memang kegiatan belajar mengajar (KBM) nya sudah berjalan dengan baik, sudah seperti biasa dan puji Tuhan selama ini selama diberlakukan kembali tatap muka, sekolah sekolah baik baik saja sampai  detik ini Puji Tuhan tidak ada siswa yang terpapar Covid-19 tetapi tetap bukan karena tidak ada yang terpapar jadi Pemerintah juga lengah tidak seperti itu,” tutur Maria E. Dima Juit yang akrab disapa Mey.
Lanjut Mey mengatakan, sekolah- sekolah seperti pada umumnya selama pandemi Covid-19, mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menyiapkan alat cuci tangan seperti air, sabun, hand sanitizer. “Berharap Coronavirus cepat berlalu,” pungkasnya.
Adapun peserta kegiatan Bakohumas yang hadir; Unsur Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT, Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTT, Pimpinan Lembaga Agama Tingkat Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Kupang, dan Kabupaten se-NTT, khususnya dari Kota Kupang dan beberapa; Malaka dan Rote Ndao, Para Kepala SMA/SMK di Kota Kupang yang telah menangkan LTM Terbatas, Insan Pers (Cetak, elektronik dan Daring/OnLine,red). (MD)