Beranda Pendidikan Kepsek Safirah Abineno: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, SMKN 5 Kupang Sudah Siap

Kepsek Safirah Abineno: Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, SMKN 5 Kupang Sudah Siap

28
0
Kepala SMKN 5 Kota Kupang, Dra. Safirah Cornelia Abineno
KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Kota Kupang yang terletak di Jalan Nanga Jamal  Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan visi: “Menuju Sekolah Bermutu Untuk Mencetak Kader- Kader Bangsa yang Berakhlak, Berilmu, Kreatif, Mandiri dan Berwawasan Luas”.
Kepala SMKN 5 Kota Kupang, Dra. Safirah Cornelia Abineneo menanggapi keputusan Pemerintah dalam hal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa pandemi Covid-19 pihaknya sudah siap.
“Artinya kami sudah siap untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. SMKN 5 mendukung apa yang diamanatkan Pemerintah Nusa Tenggara Timur dengan Spirit yaitu NTT Bangkit NTT Sejahtera yang kiat-kiat yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan itu sebagaimana merestorasi akan pendidikan. Jadi mengembalikan pada posisi hirarki sebenarnya.
“Kami (SMKN 5, red) sudah melakukan. Bahkan sampai ujian kemarin penilaian akhir semester pun kami lakukan secara tatap muka dengan mengerucut kepada edaran Gubernur dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dan orangtua siswa juga pro aktif tidak ada kendala. Karena pembelajaran berbasis prodak sementara anaknya tidak bisa secara online diharuskan secara fisik,” terang Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. Sarifah Cornelia Abineno diruang kerjanya Senin (21/6/2021).
Lebih lanjut Wakil Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) Kota Kupang ini mengatakan bahwa Pendidikan di Provinsi NTT karena memang tidak ada alat lain yang bisa menggantikan peranan guru dalam mendidik dan mengajarkan kepada siswa. Karena, misalnya kami di sekolah kejuruan pembelajarannya berbasis prodak, tentu tidak bisa dilaksanakan lewat online.
SMK yang memiliki 10 kompetensi keahlian tersebut antaralain:
  1. Konstruksi Gedung, Sanitasi dan Perawatan
  2. Konstruksi Jalan, Irigasi dan Jembatan.
  3. Bisnis Konstruksi dan PropertiTeknik Instalasi Tenaga Listrik.
  4. Teknik Audio Video.
  5. Teknik Energi Surya Hidro dan Angin.
  6. Teknik Pengelasan.
  7. Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.
  8. Teknik dan Bisnis Sepeda.
  9. Multimedia.
Ia contohkan, Teknik Pengelasan; bagaimana membuat rak bunga sesuai dengan pesanan masyarakat atau pihak lain. Besi-besi itu disambung harus langsung siswanya, nah, kalau lewat online tidak bisa.
“Langkah yang diambil sekolah yaitu membuat surat kepada orangtua, membuat pernyataan bersedia dan menghadirkan siswa disekolah 5 sampai 10 orang dengan mengikuti protap kesehatan dan jadwalnya juga dibatasi, jam-jamnya tetap dikurangi. Sehingga pembelajaran itu jalan, karena apa? karena pembelajaran berbasis prodak. Sehingga itu berjalan. Dan itu kami sudah lakukan,” jelas Kepala Sekolah.
“Khusus untuk praktek kami buka dari tahun lalu. Kalau untuk teori mata pelajaran kewilayahan muatan kewilayahan atau adatif normative itu kami membuka lewat google classroom. Kalau misalnya siswa yang tidak punya hp android, kami jadwalkan kesekolah untuk mengambil bahan kalau susah dihubungi wali kelas mengantarnya kerumah. Dan itu berjalan. Kendala itu kami mengeliminir  dan meminimalisir dengan komunikasi, komunikasi dengan semua pihak terkait, guru, orangtua lewat wali kelas, guru BP berperan untuk itu.  Memang kendalanya banyak siswa yang pulang kampung, hilang kontak. Sehingga itu dengan sendirinya kami tidak bisa bangun komunikasi karena putus (ada yang ke Alor, ke Rote, red),” sambungnya.
Dijelaskannya, SMKN 5 menjadi salah satu sekolah pusat keunggulan bidang energi  terbarukan di NTT, sehingga rombelnya tahun kemarin sesuai dengan analisis ini dari 3 rombel. Dengan teknik instalasi jaringan listrik juga 3 rombel, karena itu merupakan intervensi pemerintah daerah dalam program SMK Plus. Sehingga siswa-siswanya nanti dilatih untuk menjadi calon instruktur untuk membantu pemerintah dalam kelangkaan guru produktif khususnya dibidang teknik instalasi  jaringan listrik.
Lima (5) sekolah yang ada di Kota Kupang yang di intervensi pemerintah daerah sebagai program excellent dari Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengatasi kelangkaan guru produktif yaitu SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5 dan SMKN 6 Kupang sesuai dengan kompetensi keahlian atau produk keahlian yang berada di sekolah tersebut.
“Kalau di SMKN 5, Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik (TITL), Audio Video, di SMKN 1, SMKN 2, SMK N 3 beda lagi. Kalau di SMKN 5 Kupang, dengan 10 kompetensi Keahlian; Teknik Pengelasan, Teknik Audio Video, Teknik Konstruksi Irigasi Jalan Jembatan 4 tahun,Teknik Konstruksi Perawatan Sanitasi dan Perawatan Gedung itu juga Empat tahun, sudah menamatkan satu tahun atau satu tamatan dia sekolah tiga tahun satu tahunnya magang di industri sudah tahun ini. Kemudian  ada Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif, Teknik Bisnis Sepeda Motor, Teknik Audio Video, Multi Media dan Teknik Pengelasan,” urainya.
“Diharapkan siswa program 4 tahun itu setelah tamat langsung memperoleh pekerjaan. Minggu kemarin sudah uji sertifikasi untuk bahwa dalam mengukur akan keterampilan siswa layak jadi siswa tamat SMK 5 bisa bekerja di Jawa Timur atau Bali karena sertifikatnya Nasioal,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, SMK Negeri yang siswanya kurang lebih 1. 514 siswa itu dengan 15 rombongan belajar (Rombel) yang kemarin tamat itu 400 siswa  jadi sisa seribu seratus sekian. Pasti ada pergantian lagi dengan PPBD yang baru. 15 rombel untuk yang rombelnya paralel yang rombelnya ditambah.
“Dengan tenaga pengajar ada kurang lebih seratus lebih orang. ASN nya sekitar 50 an orang, sedangkan tenaga kontrak komite 30an orang.Tenaga Kontrak Komite itu juga sudah ada di Dapodik sehingga gaji mereka dibayar BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Karena adanya pandemi ini pembayaran dari orangtua  juga tersendat-sendat tetapi puji Tuhan lewat kerja keras juga dari kami dengan dinas pendidikan maka teman-teman itu sudah memperoleh NUPTK karena syarat untuk dibayar dari BOS itu tercatat di Dapodik dan mendapat NUPTK itu sudah. Disini juga guru kontrak daerah ada 3 guru, yang lainnya  sebagian besar honor komite,” ungkapnya.
Terkait pembukaan penerimaan pendaftaran siswa baru, SMKN 5 Kupang sesuai SK Menteri dan edaran Pemerintah Daerah lewat Dinas Pendidikan SMKN 5 merupakan salah satu sekolah yang menerima PPBD secara online. Itu sudah, sedang berjalan.
“Untuk penerimaan siswa baru sesuai jadwal mulai hari ini sampai tiga hari kedepan kemudian nanti keluar pengumuman. Target siswa yang diterima 15 rombel dikali dengan 32. Kami SMK kan tidak pakai sonasi, kalau SMA pakai sonasi. Kalau misalnya siswanya kendala tidak bisa mendaftar datang kesekolah operatornya  bantu mendaftar,” tuturnya.
Ia juga menambahkan terkait  vaksinasi, guru-guru SMKN 5 sendiri hari ini vaksinasi kedua. Tapi ada juga yang belum karena memang kondisi kesehatan itu dari dokter bahwa belum bisa vaksin. Karena Misalnya hipertensi, ada sakit yang memang belum boleh, ada yang sudah  ternampak covid tahun kemarin ada 4 orang, sehingga mereka kan  belum bisa vaksin ada jangka waktu tertentu baru mereka vaksin. Sebagaian besar sudah vaksin.
“Karena kita tidak tau pandemi ini kapan berakhir, saya sebagai guru mengimbau kepada orangtua siswa juga kepada siswa, kita sendiri yang harus menaati semua aturan terkait dengan untuk memutus rantai covid-19 yaitu dengan lingkungan yang bersih, menjaga jarak, masker, cuci tangan merupakan pola hidup baru karena saya rasa dengan adanya covid ini ada pembelajaran positif yang kita petik. Misalnya kita biasa jarang cuci tangan, tidak pake masker dan lain-lain,” pungkas Pengurus PKK tingkat Provinsi Pokja II ( Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga,red)  (MD/Tim)